Rektor Al Ahgaf Yaman Sebut NU Benteng Paham Aswaja

Rektor Al Ahgaf Yaman Sebut NU Benteng Paham Aswaja

LADUNI.ID, Pamekasan - Rektor Al-Ahqoff Yaman, Prof. Habib Abdullah bin Muhammad Baharun menyebut bahwa NU sebagai rumahnya sendiri. Sebab, paham keagamaan dan kebangsaan yang dikristalkan NU menurutnya sudah lama mendarah daging dalam dirinya.

"NU bukan hal baru lagi bagi saya. Sudah sejak lama saya berhubungan dengan NU. NU menjadi benteng utama dalam merawat dan menguatkan paham Ahlussunnah wal Jamaah. Sudah sejak lama, bahkan mulai masa penjajahan, NU sudah ada untuk menyebarkan paham tersebut. Keberadaan negara Indonesia yang penuh dengan keberagaman mampu dipertahankan oleh NU," terangnya.

Habib Abdullah juga menegaskan, segala upaya sebagian kelompok yang hendak memisahkan diri dari Republik Indonesia jelas menyalahi aturan agama. Pihaknya pun yakin, sekalipun berhasil memisahkan diri dari bangsa Indonesia gerakan itu akan mengalami kehancuran.

Habib Abdullah menyampaikan hal tersebut saat mengisi Seminar Internasional di Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Konfercab PCNU Pamekasan di Pesantren Kebun Baru Pamekasan, beberapa bulan lalu.

Dalam acara tersebut, Habib Abdullah berharap semua itu menjadi pelajaran tersendiri bagi segenap ulama yang terlibat dalam Konfercab NU Pamekasan. Ia mengimbau agar konfercab dijadikan wasilah saja.

"Sementara tujuannya ialah penguatan organisasi demi kemaslahatan umat. Selama ini ulama-ulama Madura dijadikan panutan oleh wilayah lainnya. Sehingga, setelah terpilihnya ketua baru nantinya diharapkan agar segenap ulama di Kabupaten Pamekasan memiliki spirit baru dalam membina umat," tandasnya.

Selain itu, Habib Abdulllah juga menyebut bahwa utuhnya Republik Indonesia saat ini tidak terlepas dari peran Nahdlatul Ulama (NU). Tanpa NU, Indonesia bisa mengalami kerusakan. Sebab, sejak berdiri NU merupakan organisasi besar di Indonesia yang hingga kini konsisten menyuarakan sekaligus menggerakkan spirit cinta tanah air.

(Sumber: Islam Moderat)