Biografi Abu Hatim

 
Biografi Abu Hatim

LADUNI.ID Jakarta – Nama lengkap Muhammad bin Idris bin al-Mundzir bin Daud bin Mahran. Dia dijuluki sebagai al-Imam (pemimpin), al-Hafidz (penghafal hadiz), an-Naqid (kritikus), Syaikh al-Muhaditsin (sesepuh para pakar hadis) al-Hanzhali al-Ghathfani. Dijuluki al-Hanzhali karena pernah tinggal di Darb Hanzhalah di kota Ray (Persia).

Daftar Isi Profil Imam Abu Hatim 

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Guru-Guru
  5. Murid-Murid
  6. Kesabaran Abu Hatim dalam Menuntut Ilmu
  7. Pujian Para Ulama kepada Abu Hatim
  8. Karya-Karya

Kelahiran

Imam Abu Hatim Ar-Razi atau yang kerap disapa dengan panggilan Abu Hatim  lahir pada tahun 195 H.

Wafat

Berkata Abul Husain bin al-Munadi: “Abu Hatim ar-Razi wafat pada bulan sya’ban pada tahun 277 H”. Diriwayatkan bahwa beliau hidup selama delapan puluh tiga tahun.

Baca Juga:   Biograf Imam Syafi'i

Pendidikan

Imam Abu Hatim Ar-Razi berkata: “Aku menghitung panjangnya perjalananku dalam mencari hadis, lebih dari tiga ribu-mil, aku berjalan berkali-kali dari Makkah ke Madinah, dari Bahrain menuju Mesir, dari Mesir ke Ramlah, dari Ramlah ke Baitul Maqdis dan ke Thabariah, dari Thabariyah menuju Damaskus, dari Damaskus menuju Himsha, dari Himsha menuju Anthakiya, dari Anthakiya menuju Thursus, dari Thursus kembali ke Himsha untuk mengambil hadits yang masih tertinggal dari hadits Abil Yaman, setelah aku mendengar hadis tersebut maka aku keluar dari Himsha menuju ke Bisan, dari Bisan menuju Rukoh, dari Rukoh aku menyeberangi sungai Efrat menuju Baghdad, akupun keluar (darinya) sebelum keluar dari Syam melalui Daerah Washitin, Dari Washitin menuju Kuffah, semua itu aku lalui dengan berjalan kaki, dan ini adalah perjalan pertamaku dalam mencari hadis, sedangkan umurku pada waktu itu dua puluh tahun, aku berkeliling (mencari hadits) selama tujuh tahun”.

Guru-Guru

Abu Hatim mencari ilmu ke berbagai tempat dan guru. Berikut ini adalah daftar guru-gurunya:

  1. ‘Ubaidillah bin Musa
  2. Muhammad bin Abdullah al-Anshari
  3. Al-Ashma’i
  4. Abu Nu’aim
  5. Qubaishah
  6. ‘Affan
  7. ‘Utsman bin al-Haitsam al-Muadzdzin
  8. Abu Mashar al-Ghassani
  9. Abu al-Yamaan
  10. Sa’id bin Abu Mariam
  11. Zuhair bin ‘Ibad
  12. Yahya bin Bukair
  13. Abu al-Walid
  14. Adam bin Abu Iyas
  15. Tsabit bin Muhammad az-Zahid
  16. Abu Zaid al-Anshari an-Nahwi
  17. Abdullah bin Shalih al-‘Ajli
  18. Abdullah bin Shalih al-Katib
  19. Abu al-Jamahir Muhammad bin ‘Utsman
  20. Haudzah bin Khalifah
  21. Yahya

Baca Juga:   Biografi Abu Tsur Alkalbi Al Baghdadi

Murid-Murid

Sanad keilmuan Abu Hatim diteruskan oleh para muridnya. Mereka ikut meriwayatkan pandangan dan ajarannya serta hadis darinya. Berikut ini adalah daftar murid-muridnya:

  1. Abu Muhammad Abdurrahman bin Abu Hatim (Anak)
  2. Yunus bin Abdul A’la
  3. Muhammad bin ‘Auf ath-Tha’i
  4. Abu Daud
  5. An-Nasa’i
  6. Abu ‘Awanah al-Isfirayaini
  7. Abu al-Hasan Ali bin Ibrahim al-Qaththan
  8. Abu ‘Amru Ahmad bin Muhammad bin Hakim
  9. Abdurrahman bin Hamdan al-Jallab
  10. Abdul Mu’min bin Khalaf an-Nasfi
  11. Ar-Rabi’ bin Sulaiman
  12. Abu Zar’ah ar-Razi
  13. Abu Zar’ah ad-Dimasyqi
  14. Ibrahim al-Harbi
  15. Ahmad ar-Rumadi
  16. Musa bin Ishaq al-Anshari
  17. Abu Bakar bin Abu Dunya
  18. Abu Abdullah al-Bukhari
  19. Ibnu Sha’id
  20. Hajib bin Arkin
  21. Muhammad bin Ibrahim al-Kanani
  22. Zakarian bin Ahmad al-Balkhi
  23. Al-Qadhi al-Muhamili
  24. Muhammad bin Mukhlid al-‘Aththar
  25. Sulaiman bin Yazid al-Fami
  26. Al-Qasim bin Shafwan
  27. Abu Bakar ad-Daulabi
  28. Abu Hamid

Baca Juga:   Biografi Imam Bukhari

Beliau menceritakan tentang dirinya, beliau berkata : “Aku tinggal di Bashroh pada tahun 214 H selama delapan bulan, sebenarnya aku berniat tinggal padanya selama satu tahun, lalu habislah perbekalanku, maka akupun menjual bajuku yang aku pakai, helai demi helai. (setiap hari) aku dan temanku berkeliling mendatangi para Syekh (ulama), mendengarkan dari mereka (hadits) hingga sore hari, setelah temanku kembali ke rumahnya, akupun kembali ke rumahku dengan tangan kosong (tanpa membawa makanan), akupun minum air untuk menghilangkan rasa lapar, keesokan harinya aku berkeliling kembali bersama temanku untuk mendengarkan hadits, sedangkan aku dalam keadaan sangat lapar, (seperti biasa) dia pulang ke rumahnya dan aku pun pulang, sedangkan aku dalam keadaan lapar.

Pada keesokan harinya dia datang kepadaku di waktu pagi dan berkata: “Ayo, berangkat bersama kami mendatangi syekh, maka aku menjawab : “Badanku sangat lemah”, dia bertanya : “Apa yang membuat badanmu menjadi lemah?”, aku menjawab : “Aku tidak bisa menyembunyikan kondisiku ini kepadamu, sungguh aku belum makan sejak beberapa hari. Maka dia berkata : “aku mempunyai sisa uang satu dinar, aku akan memberimu setengah dinar dan setengahnya kau gunakan untuk membayar sewa. Setelah itu kami pergi meninggalkan kota Bashrah.

Pujian Para Ulama kepada Abu Hatim

Tidak diragukan lagi bahwa Abu Hatim ar-Razi adalah seorang ulama besar yang mengorbankan jiwa dan hartanya dalam mencari hadits, tidak heran jika banyak pujian para ulama kepadanya.

Diantara pujian ulama kepadanya adalah apa yang dikatakan oleh al-Hafidz Abdurahman bin Hirasy, dia berkata : “Abu Hatim adalah seorang yang amanah dan berpengetahuan luas (berilmu).

Abul Qosim berkata : “Abu Hatim adalah seorang imam, hafidz, yang kuat (riwayatnya). Al-Khatib berkata : “Abu Hatim adalah salah satu dari para imam, al- Hafidz, yang kuat (hafalannya).

Al-Khalil berkata : “Abu Hatim adalah orang yang mengetahui tentang perselisihan sahabat, dan fiqih Tabi’in, serta orang-orang yang setelahnya, aku mendengar kakekku dan beberapa orang selain beliau bahwa mereka mendengar Ali bin Ibrahim al-Qothani berkata : “Aku belum pernah melihat seseorang seperti Abu Hatim, maka kami berkata kepadanya : “Bukankah engkau telah melihat Ibrahim al-Harbi dan Ismail al-Qadhi, maka dia berkata : “Aku tidak melihat (mereka) lebih sempurna dari Abu Hatim, dan tidak juga lebih mulia darinya”.

Baca Juga:    Biografi KH. Sya’roni Ahmadi Al Hafidz

Karya-Karya

  1. Bayan Khatha' Muhamad ibnu Ismai'il Al-Bukhari fit Tarikh;
  2. 'Ilalul Hadits;
  3. Kitabul Jarh wat Ta'dil;
  4. Taqdimatul Ma'rifah lil Jarh wat Ta'dil;
  5. Ashlus Sunnah;
  6. Kitab Fadla'ilu Ahlil Bait;
  7. Kitabu Fawa'idur Raziyyin;
  8. K itab Fawa'idul Kabir;
  9. Kitab Ar-Raddu 'alal Jahmiyah;
  10. Kitabut Tafsir;
  11. Tswabul A'mal;
  12. Zuhduts Tsamaniyah minat Tabi'in;
  13. Adabusy Syafi'i wa Manaqibuh;
  14. Kitab Makkah; dan,
  15. Manaqibu Ahmad.


Sumber:

  1. Kitab Siyar A’lâm an-Nubalâ’ Juz 13 karya Imam Syamsuddin Muhammad bin Ahmad bin Utsman adz-Dzahabi, hlm. 248-263.
  2. Kitab Thabaqat ‘Ulama’ al-Hadits Juz 2 karya Abdul Hadi ad-Dimasyqi ash-Shalihi, hlm. 260-262.
  3. https://nahdlatululama.id/blog/2018/01/30/abu-hatim-abu-hatim-ar-razi/

 

 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya