Biografi KH. M. Badruddin Anwar

 
Biografi KH. M. Badruddin Anwar

Daftar Isi Profil KH. M. Badruddin Anwar

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Mendirikan Pesantren

Kelahiran

KH. M. Badruddin Anwar lahir pada tahun 1942. Beliau merupakan putra pertama dari tujuh bersaudara pasangan Al-Magfurlah KH. Anwar Nur dan Nyai Hj. Aisyah pendiri Pondok Pesantren An-Nur.

Wafat

KH. M. Badruddin Anwar kembali menghadap sang ilahi pada tanggal Selasa 28 Februari 2017 pada usia 75 tahun. Jenazah beliau di makamkan di pondok pesantren yang beliau dirikan yaitu Pondok Pesantren An-Nur II.

Pendidikan

KH. M. Badruddin Anwar kecil, beliau memulai pendidikannya dengan belajar ilmu al-Qur’an dan dasar-dasar agama Islam dari ayahanda beliau KH. Anwar Nur. Setelah mendapatkan pendidikan dari ayahnya, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belaja di MINU.

Selepas menyelesaikan sekolah dasar beliau di MINU Bululawang sekitar tahun 50-an, beliau kembali melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan yang diasuh oleh KH. Kholil Nawawi.

Beliau menyelesaikan belajar di Pondok Sidogiri pada tahun 60 an. Selepas dari Pondok Sidogiri, beliau melanjutkan dengan belajar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso yang diasuh oleh KH. Ahmad Jazuli Utsman. Kemudian, belajar di Pondok Pesantren Lirboyo, yang diasuh oleh Mbah Dahlan dan KH. Mahrus Aly serta belajar di Pondok Pesantren Salafiyah yang diasuh oleh KH. Abdul Hamid bin Abdullah Pasuruan.

Mendirikan Pesantren

Setelah pulang dari belajar di beberapa pondok pesantren sekitar tahun 1965, KH. M. Badruddin Anwar mendirikan Pondok Pesantren An-Nur II.

Pada awalnya, beliau membangun pondok dengan ukuran 4×6 M yang terbuat dari anyaman bambu (gedek). Rumah tersebut di bagi jadi 3 bagian, yang 1 di gunakan sebagai kamar santri yang satu lagi di gunakan ndalem kamar kiai.

Setelah selesai dibangun, KH. M. Badruddin Anwar menghadapi ujian, karena pondok yang beliau bangun masih belum ada santri yang mau belajar di pondok pesantrennya. Tetapi hal tersebut tidak membuat beliau berkecil hati dan putus semangat.

Untuk mengenalkan pondok ini kepada masyarakat, beliau mengadakan perlombaan layang-layang  dengan diberi hadiah televisi dan kulkas.

Berkat lomba layang-layang itu pula tanah pondok yang asalnya berair dan lumpur, berkat lomba itu menjadi padat sehingga Pondok Pesantren An-Nur II sedikit demi sedikit, tahun demi tahun akhirnya mengalami perkembangan baik segi kuantitas maupun kualitas.

Sejak perlombaan itulah, maka Pondok Pesantren An-Nur II mulai di kenal masyarakat dan memondokkan anaknya ke An-Nur II, sehingga santri yang pada awalnya 4 orang menjadi 26 orang.

Setelah kurang lebih selama 38 tahun beliau menjadi pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II, beliau telah memiliki lebih 6500 santri putra dan putri.

Sumber: https://annur2.net/kh-m-badruddin-anwar/