Biografi Syekh Abdul Wahab Rokan Riau

 
Biografi Syekh Abdul Wahab Rokan Riau

Daftar Isi Profil Syekh Abdul Wahab Rokan Riau

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Mendirikan Pesantren
  5. Mursyid Tarekat
  6. Karya-Karya

Kelahiran

Syekh Abdul Wahab Rokan lahir pada 10 Rabiulakhir 1242 H atau bertepatan pada 11 November 1826 M di Kampung Danau Runda, Rantau Binuang Sakti, Nagari Tinggi, Kabupaten Kampar, Riau. Beliau merupakan putra dari pasangan Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Tuanku Abdullah Tambusai dengan Arbaiyah binti Dagi.

Ayahnya beliau merupakan seorang ulama terkemuka di kampungnya, sedangkan buyutnya bernama Tuanku Tambusai, seorang ulama dan pejuang yang masih keturunan keluarga Kerajaan Islam Siak Seri Inderapura. Sedangkan ibu beliau masih keturunan Kesultanan Langkat, Sumatera Utara.

Wafat

Syekh Abdul Wahab Rokan wafat pada hari Jum'at, 21 Jumadil Awal 1345 H atau bertepatan pada 26 Disember 1926 M, di Babussalam, Langkat.

Pendidikan

Syekh Abdul Wahab memulai pendidikannya dengan belajar al-Quran langsung kepada ayahnya, namun setelah ayahnya meninggal, ia melanjutkan belajarnya kepada Tuanku Muhammad Shaleh Tambusai dan Tuanku Haji Abdul Halim Tambusai. Setelah belajar kepada kedua gurunya tersebut, Syekh Abdul Wahab telah mampu berkembang pesat dalam menguasai ilmu bahasa Arab dan fikih, sehingga ia dijuluki "Faqih (ahli ilmu fikih) Muhammad" oleh gurunya.

Syekh Abdul Wahab juga belajar kepada Syekh Muhammad Yusuf di Semenanjung Melayu selama dua tahun. Pada tahun 1863, ia melanjutkan menunaikan ibadah haji ke Makkah sekaligus melanjutkan memperdalam ilmu-ilmu keislaman di sana. Selama enam tahun (1863-1869) ia bermukim dan belajar kepada ulama-ulama terkenal di Makkah.

Guru-guru Syekh Abdul Wahab ketika belajar di Makkah:

  1. Syekh Saidi Syarif Dahlan (mufti mazhab Syafi'i)
  2. Syekh Hasbullah (ulama Indonesia yang mengajar di Masjidil Haram)
  3. Syekh Muhammad Yunus Abdurrahman Batu Bara (ulama Indonesia asal tanah Batak)
  4. Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Abu Qubais, Makkah
  5. Syekh Sulaiman Zuhdi inilah yang kemudian memberi ijazah (pegesahan) dan membaiat Syekh Abdul Wahab untuk mengamalkan dan menyiarkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di tanah kelahirannya. Syekh Sulaiman Zuhdi pula yang memberikan gelar Al-Khalidi An-Naqsyabandi di belakang nama Abdul Wahab Rokan.

Mendirikan Pesantren

Syekh Abdul Wahab Rokan adalah sosok ulama yang mendirikan Pondok Pesantren Babussalam di Pekanbaru, Riau.

Mursyid Tarekat

Sepulang dari Makkah, Syekh Abdul Wahab mendirikan perkampungan di sekitar Sungai Rokan yang ia beri nama Tanjung Masjid (Kampung Masjid). Ia menyebarkan tarekatnya tidak hanya sebatas di kampungnya saja, namun juga meliputi wilayah Riau, Tapanuli Selatan, Sumatera Timur, bahkan sampai ke Semenanjung Melayu. Pada tahun 1874, Syekh Abdul Wahab pindah ke Dumai (Pantai Timur Riau) dan mengembangkan perkampungan baru di sana. Namun ia tidak lama menetap di Dumai, ia kembali ke tanah kelahirannya di Rantau Binuang Sakti untuk mengembangkan tarekatnya di sana.

Syekh Abdul Wahab sempat mendirikan organisasi perjuangan Islam dengan dibantu oleh para ulama lain seperti Haji Abdullah Muthalib Mufti dan Sultan Zainal Abidin. Namun, karena dirasa organisasi tersebut membahayakan, maka Pemerintah Hindia Belanda menangkapya dan mengasingkannya ke Madiun, Jawa Timur, serta membubarkan organisasi tersebut. Pemerintah Hindia Belanda terus mencurigai setiap tindakan Syekh Abdul Wahab, sehingga ia memutuskan untuk pindah ke Kampung Kualuh, Labuhan Batu, Sumatera Utara. Di sana ia membangun lagi sebuah perkampungan dan di sana pula ia mulai memiliki santri.

Pada tahun 1879, Syekh Abdul Wahab mendapatkan wakaf sebidang tanah yang terletak di wilayah Langkat dari Sultan Langkat, yaitu Sultan Musa al-Muazzam Syah. Pada tahun 1883, Syekh Abdul Wahab beserta para santrinya kemudian membangun sebuah perkampungan baru lengkap dengan masjid dan pesantren. Perkampungan tersebut semakin berkembang dan diberi nama Kampung Babussalam (Pintu Keselamatan) dan masyarakat umum sering menyebutnya Bassilam. Demikian pula nama pesantren dan masjidnya serta kegiatan tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah yang dipimpin oleh Syekh Abdul Wahab kemudian dikenal dengan sebutan Suluk Bassilam.

Abdul Wahab Rokan atau dikenal dengan sebutan Syekh Abdul Wahab Rokan al-Khalidi an-Naqsyabandi adalah seorang ulama ahli fikih, seorang sufi, sekaligus mursyid (pembimbing rohani) Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Riau dan Sumatera Timur pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Karya-Karya

  1. Munajat, merupakan kumpulan puji-pujian dan berbagai doa.
  2. Syair Burung Garuda, merupakan pendidikan dan bimbingan remaja.
  3. Wasiat, merupakan pelajaran adab murid terhadap guru, akhlak, dan 41 jenis wasiat.
 

Lokasi Terkait Beliau

List Lokasi Lainnya